PT HIP Milik Hartaty Murdaya Rampas Tanah Masyarakat Buol

Hari ini, Sabtu, 2 Februari 2013 ribuan petani dari berbagai desa yang tergabung dalam Forum Petani Buol (FTB) kembali turun ke jalan-jalan di sepanjang Kota Buol. Mereka menyebarkan selebaran dan mengajak masyarakat Kota Buol untuk menolak monopoli dan perampasan tanah yang dilakukan PT Hardaya Inti Plantration (HIP).

Penguasaan tanah oleh PT HIP di Buol sejak tahun 1993 sarat pelanggaran. Selain memaksa dan menggunakan kekuatan militer, juga melakukan perampasan tanah-tanah pertanian masyarakat lokal dan transmigran dengan menggunakan PT. Cipta Cakra Murdaya (CCM). Sedangkan PT HIP sendiri baru didirikan pada tahun 1995.

Keberadaan perusahaan keluarga Murdaya di Buol sejak tahun 1993 itu, telah mengakibatkan kerugian yang amat besar bagi masyarakat terutama suku adat Buol. Selain ekonomi yang menurun drastis karena tanah pertaniannya di rampas, keadaan lingkungan juga jadi rusak karena limbah yang dihasilkan dari pengolahan CPO. Beberapa kawasan pun jadi langganan banjir karena sungai kecil yang menjadi aliran air tidak luput dari penanaman sawit. Tidak kalah hebat kesulitan air bersih pun mulai di alami masyarakat.

Para petani Buol sejak awal terus menerus menolak meski dihadapkan dengan berbagai ancaman. Mulai dari tindak kekerasan sampai kriminalisasi dan penangkapan terhadap masyarakat. Penolakan masyarakat atas monopoli dan perampasan tanah oleh HIP semakin masif pasca di tetapkannya Hartati sang bos HIP sebagai tersangka kasus suap Bupati Buol, Amran Batalipu.

Atas situasi ini Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) mendukung penuh perjuangan petani Buol dalam memperjuangkan haknya yang telah dirampas HIP. AGRA juga :

1. Menuntut PT.HIP segera mengembalikan tanah ulayat dan transmigrasi yang sudah di rampas kepada petani dan masyarakat buol.
2. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia harus melakukan peninjauan kembali atas penerbitan HGU PT HIP dan memberikan kelebihan HGU kepada masyarakat.
3. Menuntut kepada Bupati Buol agar transparan dalam menyelesaikan dan tidak melakukan manipulasi data atas temuan tim yang dia bentuk, dan harus mengutamakan kepentingan ribuan petani di Buol yang nyata-nyata lebih berhak atas pengelolaan tanah-tanah tempat kelahirannya dari pada orang luar yang datang dengan segudang modal.
4. Menuntut kepada Pemda Buol agar melakukan peninjauan ke lokasi atas kondisi sosial ekonomi masyarakat dan menyampaikan keadaan sebenarnya berdasarkan fakta dan mengkritisi yang di kampanyekan Hartati.
5. Menuntut pemerintah RI untuk menghentikan monopoli dan perampasan tanah dan mengembalikan tanah yang sudah di rampas kepada kaum tani.
6. Hentikan segala bentuk intimidasi dan kekerasan serta kriminalisasi bagi kaum tani dan masyarakat yang menuntut haknya.
7. Laksanakan Reforma Agraria sejati yang menjamin akses rakyat ekonomi lemah terhadap pengelolaan kekayaan alam, sehingga kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
8. Berikan perlindungan bagi pejuang rakyat.

~ oleh Akang Muhib pada 02/02/2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: