Pemberontakan Petani Banten 1888

The Peasant Revolt of Banten in 1888 atau Pemberontakan Petani Banten 1888 merupakan disertasi dari sejarawan Sartono Kartodirdjo yang mengantarkannya meraih gelar Ph.D dengan predikat cum laude di Amsterdam. Buku yang menceritakan Pemberontakan Petani Banten tahun 1888 ini disebut-sebut sebagai rintisan awal penulisan sejarah baru, yakni tentang aktivitas perjuangan dan perlawanan rakyat kecil terhadap kekuasaan penjajah.

Buku yang terdiri dari sepuluh bab ini didasarkan pada hipotesa bahwa gerakan keagamaan menjadi bagian dari gerakan sosial yang mempunyai hubungan khusus dengan klas-klas sosial dengan kondisi-kondisi ekonomi dan sosial yang berlaku dan etos budaya di dalam golongan-golongan sosial tersebut.

Dalam buku ini dipaparkan tentang pemberontakan kaum tani yang terjadi di Distrik Anyer di Ujung Barat Laut Pulau Jawa. Meskipun relatif singkat, yaitu dari tanggal 9 sampai tanggal 30 Juli (21 hari), namun Sartono Kartodirdjo berhasil menjelaskan kajian sejarah yang sangat panjang secara detail dan lengkap. Suatu kemampuan yang tidak banyak dimiliki oleh setiap sejarawan.

Menurutnya, Pemberontakan Petani Banten pada tahun 1888 merupakan satu di antara rentetan pemberontakan yang terjadi di Banten selama abad 19 dan juga menjadi satu contoh dari ledakan-ledakan sosial yang sedang melanda di seluruh Pulau Jawa saat itu. Secara umum pemberontakan ini terjadi, sebab sejarah Petani Banten seperti sejarah petani di daerah lainnya yang mengalami penindasan, kesengsaraan dan kemiskinan.

Pemberontakan Petani Banten dapat dipandang sebagai satu protes sosial yang dinamis yang memanfaatkan semangat keagamaan dengan unsur-unsur terpenting dari gerakan protes tersebut adalah struktur-struktur organisasi tarekat dan peran pemimpin-pemimpin agama. Nampak jelas sekali dalam gerakan pemberontakan tersebut peran kepemimpinan kyai dan guru tarekat kharismatik yang menempatkan diri mereka sebagai organisator aksi.

Sartono Kartodirdjo mampu menunjukkan hubungan antara orientasi ideologis gerakan pemberontakan Petani Banten pada tahun 1888 dan golongan-golongan social darimana gerakan tersebut memperoleh anggotanya. Tak bisa dipungkiri jika terjadi perpecahan social yang tajam dalam masyarakat Banten terkait dengan posisi sosial ekonomi golongan-golongan yang saling bertentangan.

Dalam buku ini juga dijelaskan adanya kekuasaan Belanda yang berdampingan dengan penguasa lokal anti rakyat berlawan dengan posisi rakyat, khususnya kaum tani. Hal ini menimbulkan suatu situasi politik semakin tidak stabil, yang tercermin dalam pemberontakan-pemberontakan yang terjadi silih berganti.

Pada Bab VII buku ini menjadi bab khusus fokus kajian dari keseluruhan isi buku Pemberontakan Petani Banten 1888. Pemberontakan meletus pada malam hari tanggal 9 Juli 1888, terutama terjadi di daerah Cilegon yang meledak dalam tindakan kekerasan, pembunuhan, penganiayaan dan perampokan. Pada bab ini dibahas secara lengkap seluruh proses terjadinya pemberontakan. Mulai dari serangan pertama sampai tertawannya pemimpin-pemimpin pemberontakan.

Beberapa ciri-ciri yang khas yang dikemukakan oleh Sartono Kartodirdjo pada pemberontakan petani Banten tahun 1888 adalah penolakan dan perlawanan aktif terhadap dominasi asing serta lembaga-lembaga yang menyertainya, unsur keagamaan dan kepercayaan terhadap daya magis mempunyai efek yang besar dan membangkitkan semangat agresivitas, serta adanya ciri-ciri pemberontakan yang diorganisasi dengan pola-pola modern.

Sartono Kartodirdjo, Pemberontakan Petani Banten 1888 (Jakarta : Pustaka jaya, 1984).

~ oleh Akang Muhib pada 07/04/2011.

3 Tanggapan to “Pemberontakan Petani Banten 1888”

  1. mantap bang..makasih infonya..

  2. sama-sama yudo. salam kenal.

  3. […] Kawandesa   […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: