Kakek Pandir Memindahkan Gunung

Pada zaman dahulu kala, konon ada seorang lanjut usia bernama Kakek Pandir. Usianya hampir 90 tahun. Di depan rumahnya ada dua gunung tinggi, satu dinamakan Gunung Taihang, dan yang lain dinamakan Gunung Wangwu. Kedua gunung itu menghalangi penduduk setempat untuk keluar masuk desa.

Pada suatu hari, Kakek Pandir mengatakan kepada seisi keluarga: “Dua gunung ini menghadang di depan pintu rumah kita. Kita harus berjalan jauh memutar untuk keluar desa. Apakah tidak lebih baik kita semua bekerja beramai-ramai memindahkan kedua gunung itu?”

Anak dan cucu Kakek Pandir mengatakan: “Kalau begitu, kita mulai besok juga!” Tapi, istri Kakek Pandir merasa terlalu sulit untuk memindahkan kedua gunung itu.

Mereka memutuskan untuk membuang batu dan tanah yang digali ke laut.

Keesokan harinya, Kakek Pandir memimpin seisi keluarga mulai menggali gunung. Tetangganya setelah mengetahui hal itu juga dengan senang hati datang membantu. Tapi antara gunung dan laut sangat jauh jaraknya, satu hari tidak mungkin bisa bolak balik dua kali. Setelah membanting tulang selama satu bulan, gunung tampak seperti tak bergeming.

Ada seorang lanjut usia bernama Zhisou yang dikenal pintar. Menyaksikan Kakek Pandir memindahkan gunung, ia merasa sangat geli. Suatu hari ia berkata kepada Kakek Pandir: “Kamu sudah begitu tua dan berjalanpun susah, bagaimana mungkin memindahkan kedua gunung ini?”

Jawab Kakek Pandir: “Namamu Zhisou ( orang tua yang pintar ), tapi menurut saya kamu tidak lebih pintar daripada anak kecil. Meski saya sudah tua dan tak akan lama di dunia ini, tapi aku punya anak, setelah anak meninggal, masih ada cucu. Kami memindahkan gunung dari hari ke hari, dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun, mengapa tidak mungkin gunung dipindahkan?”

Demikianlah Kakek Pandir memimpin seisi keluarganya bekerja keras setiap hari dari pagi sampai malam. Perbuatan mereka akhirnya menggerakkan hati Tuhan. Maka Tuhan mengutus dua dewa ke bumi manusia untuk memindahkan kedua gunung itu.

~ oleh Akang Muhib pada 19/03/2011.

2 Tanggapan to “Kakek Pandir Memindahkan Gunung”

  1. Ceritanya menggelitik. Pandir-pandir cerdas.
    Apakah “cerita rakyat” ini karangan Anda sendiri?
    Kalau bukan, tidak bisakah sumbernya dicantumkan?

  2. Cerita tentang “Kakek Pandir Memindahkan Gunung” ini merupakan cerita klasik rakyat Tiongkok. Cerita ini menjadi salah satu cerita yang menginspirasi bangkitnya Rakyat Tiongkok dewasa ini.
    Hemat saya siapapun berhak untuk menayangkan tentang cerita inspiratif ini. Terima kasih untuk perhatiannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: